Lima Cara Mendidik Yang Memiliki Dampak Buruk Bagi Kehidupan Anak




Sahabat Saya Sekalian | Menjadi orang tua bukanlah hal yang gampang, mungkin untuk kamu yang memang sudah berkeluarga, terutama yang sudah memiliki anak, sudah paham betul mengenai kesulitan membesarkan atau mendidik anak. Terlebih bila anak-anakmu sudah menginjak masa sekolah. Dalam menjalani tanggung jawab sebagai orang tua, tidak ada kata istirahat, libur, atau berhenti sejenak. 

Tapi tahukah kamu bahwa mungkin saja dalam mendidik anak, kamu melakukan kesalahan tanpa disadari. Karena mungkin saja hal yang menurut kamu, dapat membantu dalam kehidupan anak kamu, namun sebaliknya justru memiliki dampak yang kurang baik bagi anak kamu. 

Kamu mungkin berpikir, bahwa apa yang kamu berikan merupakan hal terbaik untuk anak, tetapi sebaiknya kamu coba pikirkan kembali apakah memang benar hal tersebut merupakan yang terbaik untuk anakmu atau bukan.

http://infosaya21.blogspot.co.id/2016/09/cara-mendidik-berdampak-buruk-bagi-anak.html

Oleh sebab itu pada kesempatan kali ini, kita akan bahas buat kamu sekalian sahabat terutama yang sudah memiliki anak, mengenai beberapa cara mendidik yang dapat berdampak buruk bagi si anak. Mungkin artikel ini, bisa menjadi cerminan untuk kamu, dalam mendidik anak-anakmu. Berikut ini ulasannya :

- Memutuskan Secara Sepihak Masa Depan Anak

Bimbingan orang tua, merupakan hal yang diperlukan ketika anak mulai tumbuh dewasa, tetapi memutuskan masa depan anakmu lain ceritanya. Kesalahan umum yang dilakukan orang tua, ialah secara sepihak memutuskan masa depan anakmu, sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Biasanya hal tersebut terjadi, ketika si orang tua tidak dapat mewujudkan, cita-citanya dahulu.

Ketika seseorang bercita-cita ingin menjadi dokter atau pengacara, tetapi pada akhirnya cita-cita tersebut tidak terwujud, kemungkinan besar ia akan mendorong anak-anaknya untuk menjadi seorang dokter atau pengacara, sebagai cara terakhir untuk mewujudkan cita-citanya. Sebagian orang tua, bahkan percaya bahwa memaksakan kehendaknya terhadap anak merupakan cara terbaik, padahal pada kenyataannya kebanyakan anak merasa tidak nyaman dengan hal tersebut.

Setiap manusia, memiliki keputusan berbeda untuk masa depannya, termasuk anak kamu. Jika kamu memaksa anak kamu untuk menjadi apa yang ia tidak suka, kemungkinan besar anak tersebut akan gagal, atau jika pun ia berhasil kemungkinan ia tidak akan merasa senang, dan pada akhirnya ia akan menyesali keputusan yang ia ambil tersebut.

Sebagai orang tua tidak sepantasnya kita memutuskan secara sepihak mengenai masa depan anak kita, hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah memberinya inspirasi dan bimbingan agar dapat memilih jalan terbaik untuk kehidupan mereka.

- Tidak Menghargai Usaha Anak

Tingkatkan semangat anak kamu dengan cara menghargai pekerjaan serta tindakan baik yang mereka lakukan, dalam menghargai tindakan baik mereka baik di sekolah, rumah atau pun di mana saja kamu harus memperlihatkan ketulusan pada mereka. Karena anak-anak begitu membutuhkan perhatian dari kedua orang tua mereka.

Terkadang para orang tua begitu sibuk dengan pekerjaan mereka, sehingga anak merasa terabaikan. Dan orang tua mereka hanya memiliki waktu untuk bicara pada sang anak, hanya ketika dia marah akan apa yang dilakukan anaknya tersebut. Logikanya saja jika anakmu begitu memerlukan perhatian dari kamu, sementara kamu hanya ada untuk mereka ketika mereka melakukan kesalahan. Kemungkinan besar mereka akan terus melakukan kesalahan, agar memperoleh perhatian dari kamu.

Jika kamu memutuskan untuk membuat kebiasaan memberi waktu untuk benar-benar dapat menghargai hasil kerja keras anak kamu, pada akhirnya sudah pasti dia akan terus mengulangi berbuat baik dan bekerja dengan baik.

- Mempermalukan Anakmu Di Muka Umum

Bukanlah suatu hal yang tepat untuk mempermalukan anak kamu di depan saudara terlebih lagi di depan umum, dengan menggunakan kata-kata atau tindakan yang memalukan. Rasa malu akan benar-benar menyakiti anakmu dan berpengaruh pada harga diri mereka. 

Ketika kamu menggunakan kata-kata yang memalukan, harga diri mereka pun ikut terpengaruh. Jika kamu terus-menerus melakukan hal tersebut, maka kondisi harga diri mereka akan terus memburuk dan semakin memburuk, hal tersebut dapat membuat anakmu mengalami depresi.

Hal yang paling tepat adalah dengan membicarakannya empat mata bersama anakmu, serta pergunakan kata-kata yang positif. Pastikan mereka merasakan bahwa kamu benar-benar mencintai mereka. Sekali lagi ketika kamu ingin memarahi mereka, sebaiknya kamu lakukan secara empat mata bukan di depan orang banyak.

- Membandingkan Dengan Yang Lain

Ini merupakan kesalahan orang tua yang sangat fatal ketika mereka membandingkan anaknya dengan anak lain atau bahkan dengan saudara kandungnya sendiri, hal tersebut akan menimbulkan rasa tidak aman pada anak kamu atau menimbulkan persaingan diantara anak-anakmu.

Hal itu tidak akan membantu mereka, justru akan menimbulkan kecemburuan, persaingan tidak sehat, rasa benci dan bahkan rasa cemas pada diri anak-anak kamu. Mereka cenderung tidak akan menghargai perbandingan yang kamu buat tersebut, antara anak kamu dengan saudaranya atau dengan orang lain.

Setiap anak itu spesial, mereka berbeda satu sama lain dan memiliki keunikannya sendiri, mereka memiliki kekuatan, kelemahan, dan kemampuan masing-masing. Yang harus orang tua lakukan adalah mencari tahu dan memahami apa yang mereka bisa dan menghargai hal tersebut.

Ingat bahwa setiap orang memiliki bakat tersendiri, jadi kamu harus bisa membangun kepercayaan diri anakmu bukan menghancurkannya dengan membuat perbandingan untuknya. Tanamkan dalam benakmu bahwa seperti apapun anakmu dan apa jadinya mereka kelak, merupakan cerminan dari cara kamu mendidik mereka.

Satu hal lagi yang benar-benar kamu harus ingat adalah jangan pernah membandingkan anakmu dengan yang lain, karena kamu pun tidak akan mau bila dibandingkan dengan orang tua yang lain bukan?.

- Kurang Mengajarkan Pengendalian Emosi

Orang tua biasanya berfokus pada mengajarkan buah hati mereka pelajaran akademis serta perilaku yang baik, tetapi kebanyakan dari mereka lupa untuk mengajarkan kepada anak-anak mereka tentang cara mengendalikan emosi.

Di dunia yang kita tinggali ini dipenuhi dengan tekanan, kemarahan, rasa bahagia, kenyamanan dan beragam perasaan lainnya. Kamu harus bisa mengajari mereka bagaimana menyeimbangkan emosi, terlebih ketika emosi mereka memuncak. Mereka harus diajari bagaimana mengendalikan rasa tertekan dan marah, serta mengontrol rasa nyaman dan bahagia yang mereka rasakan.

Jika anakmu gagal dalam mengontrol emosi terutama rasa tertekan dan rasa marah, akan mengakibatkan mereka terpuruk atau justru membuat rasa marahnya tidak terkendali sehingga menimbulkan banyak masalah. Begitupun jika kamu terlalu membiarkan dia berada pada kenyaman yang berlebih, mungkin akan menjadikannya seorang yang kurang sensitif atau kurang peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Di dunia luar, ada banyak sekali hal yang dapat memancing beragam emosi keluar, hal tersebut merupakan cara yang baik dalam proses mengajarkan pengendalian emosi pada mereka, dengan menggunakan beragam contoh yang ada. Karena itu bukan merupakan hal yang buruk untuk merasakan emosi, selagi itu merupakan hal yang alami bagi siapapun untuk merasakannya. Yang terpenting ialah bagaimana mengelola serta menyesuaikan emosi yang keluar pada suatu kejadian.

Itulah sahabat sekalian, ulasan mengenai lima cara mendidik yang ternyata berdampak buruk bagi sang anak. Oleh sebab itu, ada baiknya kamu menghindari hal-hal tersebut, guna memastikan mental anak-anakmu terjaga dengan sangat baik. Semoga informasi tersebut bermanfaat serta dapat menambah wawasan kamu sekalian.


Dilansir Dari :

www.boldsky.com

www.katasaya.net
loading...

Subscribe to receive free email updates: