Beginilah Perasaan Seorang Ibu Saat Harus Tinggalkan Anak Tuk Bekerja




Sahabat Saya Sekalian | Seorang wanita ketika menjadi seorang ibu, dianugrahi tanggung jawab yang besar, untuk membesarkan anak-anaknya. Ketika kamu menjadi seorang ibu, kamu harus menerima tugas untuk membesarkan anak-anakmu tersebut dengan ikhlas, dan harus dapat menyesuaikan diri dengan hal tersebut.

Sebagai seorang ibu, kamu harus mengerjakan beragam pekerjaan di rumah. Seperti halnya menjadi seorang guru bagi anakmu di rumah, untuk mengajari anak-anakmu beragam hal, dan mengarahkannya menjadi pribadi yang terbaik. 

Namun beberapa ibu, tidak memiliki pilihan lain selain harus bekerja, terutama bila berkaitan dengan masalah keuangan. Tidak ada ketenangan pikiran bagi para ibu, yang harus bekerja di luar seperti di kantor, dan meinggalkan anak-anak mereka di rumah karena harus bekerja.

Para ibu yang harus bekerja, pikirian mereka cenderung dipenuh dengan stres akibat pekerjaan, tekanan keuangan, dan rasa bersalah karena meninggalkan anaknya di rumah, atau dititipkan ke tempat penyedia jasa penitipan anak.

Jika bisa memilih, mereka pasti akan lebih memilih untuk tinggal di rumah, dan mengurusi anak-anaknya, ketimbang harus bekerja di luar dan meninggalkan anak-anaknya. Kamu pun ketika menjadi seorang ibu, pastinya akan berpikiran yang sama bukan sahabat?.

Beginilah Perasaan Seorang Ibu Saat Harus Tinggalkan Anak Tuk Bekerja

Lalu timbul pertanyaan, bagaimana perasaan seorang ibu yang meniggalkan anak-anaknya, hanya untuk bekerja?. Meskipun kebanyakan dari kita beranggapan, bahwa para ibu yang bekerja bertujuan agar kebutuhan anak-anaknya terpenuhi, atau agar anaknya menjadi seorang yang mandiri. Tetapi tidak ada yang tahu pasti tentang perasaan mereka.

Dan berdasarkan hal tersebut, pada kesempatan kali ini kita akan bahas buat kamu sekalian sahabat, mengenai perasaan seorang ibu yang harus tinggalkan anak untuk bekerja. Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, karena sepertinya kamu juga sudah tidak sabar untuk mengetahui, tentang seperti apa perasaan para ibu tersebut?. Berikut ini ulasannya :


- Merasa Bersalah

Seorang ibu yang bekerja, selalu berharap dapat menjadi ibu yang lebih baik. Sekitar 50% ibu yang bekerja, merasa bersalah karena meninggalkan anaknya di rumah, dan seaakn mengabaikan kebutuhan utama sang anak. Memang mereka terlihat, begitu menikmati hasil jerih payahnya tersebut, berupa pemenuhan ekonomi. Namun mereka juga merasa sangat menyesal, karena tidak dapat menyaksikan setiap inci tumbuh kembang, sang anak akibat kesibukannya tersebut.

- Merasa Sengsara

Mungki kamu membayangkan, bahwa dengan bekerja di luar rumah, seorang ibu akan merasa senang. Tetapi perlu kamu ketahui, bahwa mengerjakan dua pekerjaan sekaligus, yaitu mengurusi rumah dan menyelesaikan pekerjaan kantor, dapat menyebabkan kelelahan fisik serta mental.

Selain itu, pastinya akan sangat sulit bagi seorang ibu untuk memfokuskan diri, pada pekerjaannya saat berada di kantor. Hal tersebut dikarenakan pikirannya, akan dipenuhi dengan rasa frustasi akibat harus meninggalkan anak-anaknya di rumah.

- Terus-Menerus Merasa Khawatir

Seorang ibu yang bekerja, cenderung mengalami kekhawatiran saat mereka tidak bisa memutuskan, hal terbaik untuk anaknya. Terlebih mereka juga masih belum bisa menemani anaknya bermain, atau sekedar berbicara dengan mereka, atau bahkan hanya sekedar membacakan sebuah buku cerita bagi anaknya.

Selain itu, setelah mengambil keputusan untuk menitipkan anaknya, pada jasa penitipan anak selama seharian penuh. Hal tersebut biasanya dapat menimbulkan rasa tidak tenang, selama mereka bekerja di kantornya.


Itulah sahabat sekalian, ulasan mengenai perasaan seorang ibu saat harus tinggalkan anaknya di rumah, karena ia harus bekerja. Biasanya bukan keinginan yang mendasari seorang ibu untuk bekerja, tetapi karena tuntutan keadaan yang memaksa mereka. Semoga informasi tersebut bermanfaat serta dapat menambah wawasan kamu sekalian.

Subscribe to receive free email updates: