Lima Kisah Yang Menggugah Dari Orang-Orang Yang Menyerukan Anti Islamofobia




Sahabat Saya Sekalian | Islam adalah salah satu agama paling besar, dan memiliki jumlah pemeluk, yang sangat banyak di dunia. Dan di Indonesia sendiri, agama Islam merupakan agama mayoritas. Kini agama islam juga menjadi salah satu agama, dengan pertumbuhan jumlah pemeluk paling pesat, di seluruh dunia.

Namun, kehidupan umat muslim di dunia tak selamanya mudah, terlebih bagi para muslim yang tinggal di negara-negara minoritas. Ejekan, hinaan, serta penolakan, kerap  kali dilakukan oleh orang-orang di luar muslim, kepada orang-orang islam tersebut.

Beberapa teror bom bunuh diri, yang dilakukan atas nama agama Islam, sering kali menjadi alasan bagi orang-orang di luar muslim, melakukan hal tersebut. Selain itu, kejadian-kejadian tersebut juga, menjadi alasan timbulnya sikap Islamofobia atau Muslimfobia, di kalangan orang-orang yang begitu membenci Islam.

Padahal dalam kenyataannya, perilaku terorisme tersebut, belum tentu dilakukan oleh orang-orang Islam. Mereka menolak, menghina, bahkan mereka juga mengusir orang-orang Muslim, yang ada di sekitar mereka. Begitu bencinya mereka kepada orang Islam, bahkan seakan tidak peduli bila orang yang mereka usir tersebut, tidak bersalah sama sekali.

Namun Islamophobia tak selamanya menjadi beban, tak sedikit juga orang-orang yang tak memegang prinsip tersebut, dan bahkan ikut menyerukan aksi anti Islamofobia, karena mereka yakin bahwa Islam bukanlah agama teroris.

Seperti halnya yang dilakukan oleh orang-orang berikut, dengan segala keberanian bahkan setelah mengalami secara langsung dilapangan, mereka menyerukan pernyataan anti Islamofobia. Lalu siapa sajakah mereka?. Dan berdasarkan hal tersebut pada kesempatan kali ini, kita akan bahas buat kamu sekalian sahabat, mengenai beberapa orang di dunia yang menyerukan anti Islamofobia. Tanpa membuang waktu lebih lama lagi. Berikut ini ulasannya :

- Chris Herbert

Lima Kisah Yang Menggugah Dari Orang-Orang Yang Menyerukan Anti Islamofobia

Chris Herbert pernah menjadi tentara di Angkatan Darat Inggris. Dia pernah bertugas di Basra, Irak. Dalam tugasnya tersebut, dia menjadi korban bom bunuh diri yang dilakukan warga muslim, yang rupanya merupakan militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Karenanya, Chris mesti rela kehilangan satu kakinya, karena harus diamputasi.

Namun meskipun begitu, Chris tidak memusuhi para muslim. Baginya, justru orang-orang Islam yang ada di Irak dulu, telah berusaha membantunya untuk memulihkan kehidupannya kembali. Bagi Chris, tren Islamofobia yang tengah berkembang, sudah sangat usang. Dia mengunggah pemikirannya di akun media sosial Facebook miliknya.

Chris memang target pemboman oleh seorang Muslim. Namun baginya, hal itu tidak bisa menjadikan dirinya, memiliki prilaku Islamofobia. Dia risih dianggap membenci umat Islam, hanya karena kehilangan satu kakinya, dalam bom bunuh diri tersebut.

Saya sedikit stres dengan segala hal berbau rasis yang orang sebutkan pada saya. Ya, hanya karena saya korban bom bunuh diri," tulis Herbert memulai statusnya di Facebook, seperti dilaporkan metro.co.uk.

Ya, seorang Muslim meledakkan diri dekat saya, dan saya kehilangan kaki saya," "Seorang muslim lain juga kehilangan tangan pada hari itu, dan dia tewas dalam kondisi memakai seragam tentara Inggris.Lanjutnya.

Seorang petugas medis muslim ada di helikopter, adalah petugas yang mengevakuasi aku dari lapangan." "Seorang dokter bedah yang juga muslim, adalah orang yang kemudian menyelamatkan nyawaku." Pungkasnya. 

Namun, pria bermata biru ini mengatakan, orang Islam yang melakukan kekerasan terhadapnya, hanyalah satu orang saja. Sementara Muslim lainnya, telah membantunya di masa-masa sulit, selama bertugas di Basra. Chris mengatakan, tidak sepatutnya semua Muslim menjadi korban, atas tindakan yang tidak mereka lakukan.

- Isra Mohammed

Lima Kisah Yang Menggugah Dari Orang-Orang Yang Menyerukan Anti Islamofobia

Isra Mohammed, seorang Muslim yang melanjutkan pendidikannya, di Sekolah Kenton di Newcastle, Inggris, dengan lugas menyatakan agamanya telah 'dibajak' oleh teroris. Dia dengan tegas mengatakan, tidak semua orang yang memiliki keyakinan sama dengannya, merupakan seorang teroris.

Isra mulai peka terhadap perilaku Islamofobia, setelah ia dan adiknya menerima perlakuan kurang menyenangkan, hanya karena nama mereka yang berbau Muslim.

Adik saya, tujuh tahun menangis sepulang sekolah. Dia mengatakan orang-orang menyalahkannya atas serangan yang terjadi di Paris beberapa waktu lalu. Akibat hal itu, dia tidak mau kembali bersekolah." ungkapnya membuka pidatonya.

Dia mengatakan, agama tidak dapat membunuh seseorang. Dan orang-orang yang melakukan tindak terorisme, tidak bisa merepresentasikan agama Islam.

Pesan saya, terorisme tidak memiliki agama. Islam bukan wajah terorisme dan Muslim tidak ada hubungannya dengan tindakan keji itu." pungkasnya.

- Yusuf Pirot

Lima Kisah Yang Menggugah Dari Orang-Orang Yang Menyerukan Anti Islamofobia

Remaja asal Inggris bernama Yusuf Pirot, ingin membuktikan kepada dunia, bahwa Islam tidak perlu dimusuhi. Tanpa malu, Muslim satu ini melakukan aksi 'peluk gratis' sebagai tanda, bahwa dirinya dan pemeluk Islam lainnya, ingin hidup damai dengan warga sekitarnya.

Aksinya tersebut dilakukan, usai tragedi berdarah yang terjadi di Paris. Dia kemudian mengunggah videonya, di media sosial Youtube dan menjadi viral. Sebanyak lebih dari dua juta penonton melihat video tersebut. Video ini membuat orang terenyuh, dan menitikkan air mata.

- Larycia Hawkins

Lima Kisah Yang Menggugah Dari Orang-Orang Yang Menyerukan Anti Islamofobia

Larycia Hawkins seorang profesor perempuan di Wheaton College, Negara Bagian Illinois, Amerika Serikat, pernah diskors dari kampus tempatnya mengajar, lantaran mengucapkan kalimat bahwa umat Kristen dan Muslim, menyembah Tuhan yang sama. Pejabat kampus tersebut mengatakan, bahwa ucapan Hakwins itu bertentangan dengan nilai-nilai keyakinan, yang dianut oleh kampus Kristen itu. 

Selain itu Hawkins yang beragama Nasrani tersebut, memperlihatkan solidaritasnya terhadap umat Islam, dengan cara memakai jilbab. Tindakan itu dia lakukan sebagai respon atas pernyataan kontroversial, bakal calon presiden dari Partai Republik yaitu Donald Trump, yang hendak melarang imigran Muslim masuk ke Negeri Paman Sam.

Niat saya adalah untuk memperlihatkan cinta umat Kristen terhadap saudara kita warga Muslim. Saya menunjukkan cinta kepada Yesus dan Dia menyuruh saya untuk mencintai semua tetangga kita." kata dia dalam surat elektronik kepada koran the Independent Kamis lalu.

Saya mendukung tetangga saya yang Muslim seperti kecintaan saya terhadap Yesus dan seperti cintaNya kepada seluruh dunia. Dan saya tidak sendiri. Di Illinois dan seluruh Amerika, semua umat Yesus sudah memperlihatkan bahwa suara anti-Muslim di berbagai media itu tidak mewakili keseluruhan umat Kristen Amerika." jelasnya.

Baca Juga : Inilah Empat Aksi Demonstrasi Paling Merugikan Sepanjang Sejarah Dunia

Itulah ulasan mengenai empat kisah orang yang menyerukan anti Islamfobia, sahabat sekalian. Mungkin banyak tentangan yang mereka terima akibat tindakannya tersebut, namun tidak sedikit pula orang orang yang justru mendukung, karena terharu dengan segala aksi yang mereka lakukan. Semoga informasi tersebut bermanfaat serta dapat menambah wawasan kamu sekalian.


Dilansir Dari : 

www.anakregular.com/2015/12/lima-kisah-inspiratif-orang-orang.html

Subscribe to receive free email updates: