Kisah Inspiratif Amir Hussain, Seorang Pemain Profesional Kriket Tanpa Lengan




Sahabat Saya Sekalian | Terkadang suatu kejadian atau kecelakaan yang menimpa seseorang, justru dapat memotivasi orang tersebut untuk menjalani hidup lebih baik. Namun di sisi lain ada juga orang, yang termotivasi untuk belajar lebih bersyukur dan menghargai miliknya, setelah ia mendengar kisah orang yang mengalami hal mengerikan, namun tetap mau untuk berjuang dalam hidup.

Salah satu kisah yang pastinya akan membuat kita termotivasi, datang dari seorang Amir Hussain Lone yang merupakan seorang pemain Kriket, namun tidak memiliki lengan. Tapi sebelum beranjak pada kisahnya, kita harus tahu terlebih dahulu apa itu Kriket?. Kriket merupakan sebuah olahraga tim, yang dimainkan antara dua tim, yang masing-masing terdiri dari sebelas pemain.

Kriket sendiri merupakan permainan yang menggunakan pemukul (bat) dan bola. Tujuan permainan ini ialah untuk mencetak lebih banyak angka (run), dibandingkan dengan tim lainnya. Permainan Kriket ini dapat berlangsung hingga lima hari lamanya, dan dapat berlangsung selama enam jam atau lebih, setiap harinya. 

Nah setelah kita mengenal sedikit tentang olahraga Kriket, kita akan menjelaskan lebih lanjut tentang kisah Amir Hussain ini, siapakah dia?, dan seperti apa ia menjalani hidupnya?. Dan berdasarkan hal tersebut, pada kesempatan kali ini kita akan bahas buat kamu sekalian sahabat, mengenai kisah Amir Hussain sang pemain Kriket tanpa lengan.

Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, karena sepertinya kamu juga sudah tidak sabar untuk mengetahui, mengenai bagaimanakah perjalanan hidup seorang pemain olahraga Kriket tanpa lengan tersebut?. Berikut ini ulasannya :

Kisah Inspiratif Amir Hussain, Seorang Pemain Profesional Kriket Tanpa Lengan

Baca Juga : Kisah Inspiratif Alla Ilyinichna Levushkina, Seorang Ahli Bedah Tertua Di Dunia

- Amir Hussain Merupakan Pemain Kriket Profesional

Amir Hussain merupakan seorang pemain profesional olahraga Kriket, namun hal yang membuatnya istimewa bila dibandingkan dengan pemain lain, ialah kenyataan bahwa ia tidak memiliki tangan sama sekali.

- Amir Hussain Kehilangan Tangan Sejak Berusia Delapan Tahun

Di usianya yang menginjak delapan tahun, Amir mengalami sebuah kecelakaan fatal, yang mengharuskan kedua lengannya diamputasi. Keluarga Amir pun berupaya keras dalam membiayai pengobatan dirinya, selama tiga tahun berada di rumah sakit, sampai-sampai harus menjual tanah keluarga.

- Kekurangan Fisik Membawanya Menemukan Cara Unik Bermain Kriket

Amir memegang alat pemukul bola, menggunakan leher dan bahunya. Sementara untuk untuk melempar bola, ia menggunakan pergerakan kaki, yang dibantu dengan alat pemukul.

- Awal Amir Hussain Bermain Kriket Tanpa Menggunakan Lengan

Awalnya banyak yang mengejek Amir karena bermain Kriket tanpa menggunakan lengan, namun seiring meningkatnya kemampyan Amir dalam bermain Kriket, orang-orang mulai percaya dan bahkan mengagumi semangatnya.

Amir pun berhasil mewujudkan mimpinya, untuk menjadi seorang pemain Kriket, meski dengan fisik yang tidak sempurna. Dan karena kegigihannya dalam berlatih Kriket, ia pun dipercaya menjadi kapten tim Para-Cricket, dan bermimpi dapat menjadi pemain profesional kelas dunia.

- Amir Hussain Merupakan Orang Yang Senang Melakukan Segalanya Sendiri

Amir Hussain tidak ingin bergantung pada siapa pu untuk apa pun itu. Ia selalu menjalani harinya seperti mandi, mencukur jenggot dan kumis, mencuci pakaian, bahkan hingga makan ia lakukan sendiri, tanpa meminta bantuan dari orang lain. Itu pastinya membuat kita benar-benar salut padanya.

- Apa Yang Amir Hussain Percayai


Dia Percaya "Apa yang penting di dalam hidup kita, ialah bukan tentang apa yang telah kamu lakukan dalam hidupmu, tetapi tentang seberapa besar kamu dapat menginspirasi orang-orang di sekitarmu".

Baca Juga : Lima Kisah Yang Menggugah Dari Orang-Orang Yang Menyerukan Anti Islamofobia

Itulah ulasan mengenai kisah inspiratif Amir Hussain, seorang pemain profesional olahraga Kriket yang tak miliki lengan, sahabat sekalian. Seharusnya bagi kita malu dengan Amir, karena meski memiliki fisik tak sempurna, namun ia tetap mau berusaha mewujudkan mimpi. Sedangkan kita yang memiliki fisik sempurna, justru seringkali mengeluhkan hidup ini. Semoga informasi tersebut bermanfaat serta dapat menambah wawasan kamu sekalian.

Subscribe to receive free email updates: