Inilah Dua Belas Urban Legend Paling Menyeramkan Di D.K.I Jakarta




Lorongperihal.id | Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa tempat-tempat berbau mistis yang angker, banyak terdapat ditiap sudut daerah. Mulai dari dusun dan pedesaaan, hingga ke kota megapolitan besar seperti Jakarta, menyimpan cerita mistisnya sendiri. Jakarta yang megah dengan gedung-gedung pencakar langitnya, tak luput dari cerita, mitos, dan legenda, tentang tempat-tempat angker yang ada disana.

Tempat-tempat angker memang banyak bertebaran di pelosok kota Jakarta, mulai dari gedung-gedung tua, gedung museum, rumah sakit, sekolahan, gedung perkantoran, sungai, tempat pemakaman, bahkan jalan-jalan rayanya yang ramai, juga tak luput dari suasana mistis yang telah melegenda.

Namun bagaimanapun juga, Jakarta yang sungguh ramai dan termasuk sebagai kota terbesar di Asia Tenggara ini, dulunya tetap berasal dari sekumpulan kampung-kampung kecil. Dan dari masa lalu itulah, banyak legenda-legenda mistis yang muali bermunculan. Tapi legenda tempat-tempat angker di Jakarta, tidak hanya berasal dari masa lalu saja, akan tetapi juga ada yang muncul beberapa tahun kebelakang.

Terlebih legenda yang berasal dari masa lalu, mereka terus dikisahkan dari generasi ke generasi, baik itu melalui cerita rakyat, buku, dan juga media. Dan berdasarkan hal tersebut, pada kesempatan kali ini kita akan bahas buat kamu sekalian sahabat, mengenai beberapa urban legend paling menyeramkan yang meliputi kota Jakarta. Berikut ini ulasannya :

Baca Juga : Berikut Enam Pulau Paling Menyeramkan Dan Dihantui Di Seluruh Dunia

- Yogya Departement Store Di Klender

Inilah Dua Belas Urban Legend Paling Menyeramkan Di D.K.I Jakarta

Gedung ini dikatakan angker karena pernah terjadi kematian massal, di dalam gedung yang berada di daerah jakarta Timur ini. Peristiwa tersebut, terjadi saat tragedi reformasi 1998 tepatnya pada tanggal 15 Mei 1998, yang terkenal dengan peristiwa Tragedi Mei atau Mei Kelabu. Saat peristiwa rusuh ditahun 1998 itu, konon gedung ini sengaja dibakar. Padahal kala itu, masih banyak yang berbelanja, serta masih banyak karyawan di dalamnya.

Kerusuhan ini tidak murni karena inginnya reformasi, namun juga karena adanya kesenjangan sosial. Jadi menurut saksi mata, kalangan bawah tak suka dan iri kepada orang-orang kaya, yang berbelanja di mall. Oleh karenanya, mereka membakar hampir semua mall yang ada di kawasan itu, termasuk Yogya Department Store ini.

Saat itu, mereka para korban malah tak berani untuk keluar dari gedung, saat mulai dibakar. Karena mereka takut nantinya justru dikeroyok massa, diperkosa, atau bahkan dibunuh. Lalu mereka mencoba untuk bertahan, dan mengharapkan adanya pintu dan jalan keluar, dari arah belakang mall. Tapi dugaan mereka meleset, dan merekapun terjebak oleh api yang mengelilingi lokasi mereka, lalu ikut terbakar.

Sejak itu, suatu malam yang berselang tiga hari dari waktu kejadian, sering terlihat kerumunan orang yang berseragam seperti pegawai departemen store, yang hendak menunggu angkutan umum. Tapi bila dilihat dengan jelas yang tampak hanyalah pemandangan malam yang sepi.

Seorang saksi bernama John Hendrik asal Sumatera Utara menuturkan, dirinya pernah diceritakan oleh salah satu temannya yang merupakan sopir metromini 506, jurusan Pondok Kopi-Kampung Melayu, yang melintasi jalan di depan Yogya Plaza.

Teman saya cerita, dia bilang di daerah Buaran itu banyak penumpang yang naik, bahkan metromininya langsung penuh. Saat itu dia biasa saja dan tidak ada perasaan apa-apa,” ingatnya.

Nah pas sampai di Yogya (Department Store – pen.), koq penumpangnya pada turun semua dan masuk ke dalem. Di situ dia mulai ketakutan, saat penumpang udah pada turun semua, dia langsung ngebut ketakutan. Terus pas dia minta duit sama kondekturnya, itu duit koq jadi daun semua? Kondekturnya juga bengong. Hiiii, dari situ dia enggak berani narik lagi,” tambahnya.

Kesaksian lain diceritakan oleh Yanto, seorang pemuda yang kehilangan sang Ayah, dalam peristiwa nahas tersebut. Yanto mengatakan, saat itu Ayahnya sedang mencarinya untuk mengajak pulang, dan melarangnya untuk menjarah. Namun nahas, ia yang saat itu hanya menonton terkejut ketika mendapatkan kabar, bahwa ayahnya pergi ke tempat yang sama.

Bokap gue itu sampai tiga hari belum ketemu juga jenazahnya. Waktu itu siang-siang ada pemulung lagi mulung depan rumah. Pas ketemu gue, dia bilang ada yang nyariin kamu di lantai 3 mall Yogya, posisinya pas di samping tangga jalan,” kisahnya.

Mendengar itu, Yanto merasa kebingungan terhadap ucapan pemulung itu. Dia mencoba meyakinkan diri dengan menemuinya kembali, namun pria itu menghilang. Yanto mengaku, tidak pernah melihat kembali sosok pemulung tadi.

Ya udah, pas itu gue inget bokap. Terus gue pergi ke Yogya, di sana emang udah ada abang gue lagi nyari jenazah bokap. Pas gue bilang sama abang gue, terus dia nyari sama orang yang evakuasi, beneran ada, bokap ketemu di lantai tiga di bawah tumpukan. Cirinya itu jam tangan yang dipakai masih utuh dan enggak kebakar sama sekali,” ceritanya.

Sempat berembus kabar juga bahwa beberapa hari setelah diresmikannya mall itu, sempat sepi karena cerita mistis yang menghampiri setiap orang yang sedang berbelanja, yakni dikerjai mahluk halus. Begitu kuatnya peristiwa ini dibenak warga Jakarta, apalagi dibenak keluarga para korban membuat peristiwa ini masih dikenang dan tiap tahunnya diadakan acara tabur bunga.

- Rumah Kentang Prapanca

Inilah Dua Belas Urban Legend Paling Menyeramkan Di D.K.I Jakarta
Ilustrasi Menggunakan Gambar Rumah Menyeramkan Yang Sudah Lama Tak Ditinggali

Kejadian ini disebabkan kelengahan seorang ibu, yang mendapat pesanan katering dan merebus banyak kentang, di dalam kuali besar untuk pesanan sebuah acara. Perebusan kentang yang dirasa lama, kemudian tak diawasi dan ditinggal tidur begitu saja.

Lalu anak sang ibu yang masih balita, bermain hingga ke dapur dan terjadilah musibah kecelakaan, yang sungguh memilukan. Anaknya tak sengaja terjatuh ke dalam kuali, yang sedang digunakan untuk merebus kentang, dan akhirnya meninggal secara mengenaskan.

Oleh karenanya jika kamu sedang lewat di depan rumahnya, meskipun dengan mengendarai mobil atau motor dan melaju di depan rumah tersebut, kamu akan tetap mencium aroma kentang rebus. Jika dengan mobil atau motor saja bisa tercium, apalagi bila berjalan kaki melintas di depan rumahnya, malah terkadang juga dapat kamu dengar sayup-sayup suara anak kecil yang sedang menangis.

Menurut para ahli dibidang mistik, terkadang bau kentang adalah akibat aroma dari genderuwo. Pada dekade terakhir, keangkeran rumah ini makin sirna, namun kisah ini sempat dibuat ke dalam sebuah film, dengan judul yang sama yakni Rumah Kentang.

- Taman Langsat Di Mayestik, Jakarta Selatan

Inilah Dua Belas Urban Legend Paling Menyeramkan Di D.K.I Jakarta

Taman Langsat ini, sebenarnya merupakan fasilitas olah raga dan bersantai, yang cukup lengkap. Di dalamnya tumbuh pepohonan yang asri. Hanya saja, tidak banyak orang yang memanfaatkan fasilitas ini. Karena sepi, taman kota ini pun menjadi angker, terutama pada malam hari. Konon pada malam hari, warga kerap melihat kuntilanak dan genderuwo di pohon-pohon rindang, yang berada di taman Langsat tersebut.

Di Taman Langsat, kisah hantu dan orang-orang yang kesurupan bukan lagi barang baru bagi Ibu Rahmat (34), penjual rokok di tepi taman Langsat yang sudah lebih dari 25 tahun membuka kios rokoknya. Suatu ketika, tamu yang sedang kongkow di warungnya pernah pamit pada jam 1 pagi, karena mengaku melihat genderuwo.

Selain itu, setiap kali berjaga malam, Syamsuri (21), Satpam yang telah bertugas selama lebih dari 3 tahun di Taman Langsat, sering mencium bau-bau aneh dan mendengar suara-suara tertawa yang tak jelas sumbernya. Setelah lapak dan kios-kios liar di taman ini ditertibkan, maka kawasan taman hijau kota ini kembali ke fungsi yang sebenarnya. Taman ini kembali menjadi tempat rehat para pejalan kaki yang lalu-lalang dan keangkeran akan taman kota inipun berkurang.

- Depo Kereta Api Stasium Manggarai

Inilah Dua Belas Urban Legend Paling Menyeramkan Di D.K.I Jakarta

Stasiun Kereta Api Manggarai, adalah salah satu stasiun besar di wilayah Jakarta, karena arealnya yang lebih luas dari kebanyakan stasiun kereta di Jakarta. Di stasiun kereta api Manggarai, terdapat areal yang cukup luas, untuk meletakkan gerbong-gerbong kereta. Namun gerbong-gerbong dan lokomotif kereta ini, sebagian diantaranya telah rusak akibat kecelakaan-kecelakaan kereta api, yang merenggut banyak jiwa para penumpangnya.

Beberapa gerbong akibat kecelakaan kereta api, termasuk tragedi Bintaro juga pernah 'nongkrong' disini. Bahkan, lokomotif khusus pemeliharaan rel kereta api, yaitu krane kereta yang pernah juga dipakai untuk mengangkat gerbong, saat tragedi Bintaro dan kemudian ikut anjok juga secara misterius, yang diberi nama 'si bongkok' juga ada di stasiun Manggarai ini.

Selain itu, gerbong-gerbong tersebut memang tak terawat dengan baik, begitu pula dengan areal disekitarnya yang juga tak terawat, terlihat dari banyaknya ilalang. Ditambah dengan banyaknya gerbong tak layak pakai karena bekas kecelakaan, maka aroma mistis akan sangat kental terasa tatkala kamu memasuki areal ini.

Penampakan yang sering terlihat, adalah anak-anak yang kadang bermain layangan dan berlari-larian, penampakan genderuwo, serta wanita yang sering muncul pada malam hari. Namun karena wilayah ini ada di dalam area stasiun, maka tak semua orang dapat masuk begitu saja. Oleh kerenanya wilayah angker ini terkadang luput dari cerita warga Jakarta.

Aura mistik tersebut masih kental hingga kini, akibat area ini begitu jarang dilewati oleh orang banyak, karena tak sembarang orang dapat masuk ke wilayah stasiun Manggarai. Dengan begitu, makhluk-makhluk astral akan selalu leluasa beraktifitas, akibat suasana yang sepi di dalam stasiun, dan jauh dari keramaian aktifitas manusia. Oleh karenanya, lokasi tersebut pernah dipakai untuk acara uji nyali, sebagai pembuktian adanya makhluk-makhluk astral di lokasi tersebut.

- Lintasan Rel Kereta Bintaro

Inilah Dua Belas Urban Legend Paling Menyeramkan Di D.K.I Jakarta
Ilustrasi Menggunakan Gambar Tragedi Bintaro Yang Terjadi Tahun 1987 

Kecelakaan yang merenggut ratusan bahkan ribuan jiwa, di lintasan kereta api Bintaro menyebabkan daerah ini, sangat terkenal akan keangkerannya. Kabarnya, pada malam-malam tertentu dapat terlihat potongan kepala manusia yang menggelinding dengan sendirinya, juga potongan-potongan tubuh yang berjalan dengan ngesot. Atau hantu perempuan yang mengenakan jubah putih, dengan mata yang berwarna merah menyala, dan suaranya bagai ringkikan kuda. Sungguh menyeramkan bukan!.

Lintasan kereta api Bintaro terletak di depan sebuah Sekolah Dasar, dan jaraknya kira-kira hanya 500 meter dari Balai Rakyat. Bagi masyarakat yang tinggal di dekat lintasan ini, keangkeran daerah tersebut sudah dirasakan sejak tahun 1970. Kala itu, sejumlah kecelakaan yang merenggut  banyak nyawa manusia, kerap kali terjadi.

Keangkeran kawasan ini lebih menjadi-jadi, manakala terjadi kecelakaan kereta api yang sangat dahsyat, sehingga menelan banyak sekali korban jiwa. Peristiwa yang disebut sebagai Tragedi Bintaro, dan terjadi pada bulan Oktober 1987 tersebut, semakin mengukuhkan kewingitan daerah ini. Kabarnya, sejak terjadinya kecelakaan itu sejumlah hantu dan arwah penasaran, semakin berani menampakkan diri.

Mereka bukan hanya mengganggu masyarakat sekitarnya, tetapi juga para pejalan kaki dan pengguna kendaraan. Maka, tak ayal lagi bila di daerah ini masih sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Konon, kemunculan hantu-hantu itu terjadi, diantara waktu maghrib hingga tengah malam. Atau malam-malam tertentu setelah terjadi sebuah kecelakaan.

Wujud hantu yang muncul pun bisa bermacam-macam. Ada warga yang mengaku melihat potongan kepala (glundung pringis) menggelending dengan sendirinya. Namun, ada pula warga yang melihat hantu perempuan dengan sorot mata nanar dan suara menakutkan. Namun kebanyakan warga mengaku, mereka sering mendengar atau melihat, orang yang sedang merintih kesakitan. Bajunya compang-camping dengan darah dan luka yang memenuhi seluruh tubuhnya. 

Mereka menampakkan dirinya secara bergerombol menuju ke lokasi Tragedi Bintaro, lalu menghilang,” ujar seorang warga sembari menunjukkan rasa ketakutannya.

Kebanyakan orang percaya, bahwa sejumlah kecelakaan yang memakan korban jiwa, itulah yang menyebabkan munculnya arwah gentayangan. Yang menjadi ketakutan warga, bila arwah tersebut mengganggu para pengguna jalan, sehingga dapat mengurangi konsentrasi pengemudi, dan berpotensi menimbulkan kecelakaan baru. Tentu, kecelakaan seperti ini akan meningkatkan keangkeran wilayah tersebut.

Padahal, keangkeran lintasan ini sudah tak diragukan lagi. Sejumlah orang mengaku, bahwa mereka tidak berani melewati daerah ini, bila malam telah menjemput. Mereka memilih jalan alternatif agar perjalanannya tak terganggu. Kisah ini juga diangkat ke dalam sebuah film, namun film tersebut tidak menceritakan keadaan mistisnya, melainkan mengisahkan realita yang sebenarnya terjadi.

- Jalan HR. Rasuna Said Di Kuningan

Inilah Dua Belas Urban Legend Paling Menyeramkan Di D.K.I Jakarta
Ilustrasi Gambar Jalan HR. Rasuna Said Kini

Jalan ini dikatakan angker, karena sering terjadi kecelakaan sejak dulu. Jalanannya yang lebar namun agak berliku, kadang membuat pengendara justru ingin menambah kecepatannya. Para pengendara motor atau mobil, sering kali melihat sosok manusia yang dengan tiba-tiba, menyeberang jalan di depan mereka. 

Fasilitas di jalan ini sebenarnya belum maksimal pada waktu itu, karena jarangnya jembatan penyebrangan. Oleh karena itulah, sebagai gantinya ada beberapa titik tertentu pada jalan ini, yang diberi fasilitasi berupa jalur zebra cross untuk penyeberang jalan. Untuk mencegah kemacetan, zebra cross pada masa kini justru menggunakan tombol manual, yang dapat ditekan sendiri oleh si penyebrang jalan.

Artinya, pada saat tak ada yang menyeberang atau jalanan sepi untuk menyebrang, maka jalur mobil akan terus berlampu hijau dan justru akan melancarkan lalu-lintas jalan. Namun pada waktu dahulu, jalur penyebrangan ala zebra cross justru masih otomatis, dan akan menyala walau tak ada orang yang menyeberang di sepanjang hari, baik itu siang ataupun malam. 

Jadi, jika lampu merah menyala maka semua mobil akan berhenti menunggu hingga lampu kembali hijau, walau tak ada orang yang menyebrang. Maka hal ini banyak dimanfaatkan juga oleh para pengemis untuk meminta-minta, disaat mobil-mobil masih berhenti untuk menunggu lampu kembali hijau. 

Pengemis yang meminta-minta juga tak kenal waktu, mereka ada dari pagi hingga larut malam, dan tak sedikit pula masih anak-anak seumuran sekolah dasar. Dari beberapa kejadian mistis di wilayah itu, dikisahkan pula pada sekitar tahun 90-an awal, kawasan ini masih jarang mobil lewat selepas tegah malam. 

Menurut kesaksian seorang wanita, yang pernah pulang larut malam, dan melintasi wilayah ini pada larut malam. Seperti biasa, kadang pengemudi terjebak oleh lampu lalu lintas berwarna merah diwilayah zebra cross, untuk memberi waktu orang menyeberang walau jalanan sepi ditengah malam. Maka wanita itupun berhenti dan menunggu lampu hijau menyala.

Tiada mobil lain yang menunggu lampu merah di saat itu, hanya ia seorang. Tiba-tiba muncullah seorang anak kecil wanita, meminta-minta tepat disamping pintu supir, wanita itupun mengangkat tangannya memberi kode tanda ‘maaf tak ada uang receh’. Namu anak kecil itu justru tersenyum, dan anehnya ia tak beranjak dari sisi luar pintu supir. Seiring waktu, lampu lalu lintas kembali hijau, dan wanita itu kembali menekan gas mobilnya.

Betapa kagetnya si wanita pengendara mobil itu, karena disaat mobilnya telah berjalan namun si pengemis kecil itu, tetap berada di samping kaca mobilnya tanpa bergeming, sambil tertawa yang membuat bulu kuduk berdiri!. Setelah cukup jauh, seketika makhluk astral berwujud pengemis cilik itu, tiba-tiba menghilang dengan cara naik ke atas seperti terbang!

Spontan, wanita itu panik dan menekan gas dalam-dalam hingga mobilnya mengalami kecelakaan, namun untungnya sang wanita selamat meski menderita shock berat. Dimasa kini, kawasan ini sudah menjadi sangat strategis, dan dijuluki sebagai 'segitiga emas' kawasan Jakarta. Jalanan sudah terang benderang dan dilebarkan, halte-halte bis dan jembatan penyeberangan sudah banyak didirikan, serta terdapat pula jalur busway.

Selain itu, fasilitas penyeberangan berupa zebra cross juga sudah banyak yang dikurangi, dan untuk menghindari kemacetan dan hal-hal yang tak diinginkan, lampu lalu lintas untuk penyeberang jalan juga sudah dibuat manual.

Terowongan Casablanca

Inilah Dua Belas Urban Legend Paling Menyeramkan Di D.K.I Jakarta
Ilustrasi Terowongan Casablanca Kini

Terowongan (jalan lintas bawah tanah atau underpass) yang ada di bawah jalan Kuningan (Jalan Rasuna Said), dikatakan angker karena pernah ditemukan seorang lelaki setengah baya, gantung diri dengan menggunakan kain spanduk di sana. Casablanca adalah nama sebuah jalan, penghubung antara jalan Jenderal Sudirman dan Kawasan Kuningan, dalam hal ini jalan HR Rasuna Said.

Selain itu, kadang juga terlihat adanya sosok makhluk astral yang sedang jalan dipinggir trotoar, karena kawasan ini juga banyak pengalaman mistiknya. Salah satunya, adalah pengalaman tukang ojek yang kadang mangkal di depan area pemakaman. Menurut tukang ojek di kwawasan itu, pernah ada seorang wanita minta diantar ke perumahan, yang ada di belakang pemakaman. 

Dengan alasan untuk mempercepat waktu, sang wanita minta diantar dengan jalur memotong ke dalam area pemakaman, yang menembus ke area perumahan di belakangnya. Saat diantar, wanita tersebut tak terlihat oleh orang lain, dan seakan kita sedang mengendarai motor sendirian. Ia biasanya minta diturunkan di bawah pohon, yang berada tepat di tengah pemakaman. 

Setelah sang wanita turun dari motor dan membayar dengan uang, yang ternyata hanyalah sepotong daun, tiba-tiba sang wanita terbang ke atas pohon dan menghilang. Tapi jauh sebelum jalan Casablanca dibuat, kawasan ini adalah sebuah tempat pemakaman umum Menteng Pulo. Pada waktu itu antara jalan jenderal Sudirman, jalan HR Rasuna Said (daerah Kuningan), dan jalan Dr Satrio (daerah Tebet) hanya terhubung oleh jalan kecil.

Nah, untuk memperbesar lajur jalan, lalu dibuatlah jalan ini untuk mengubungkan secara horisantal terhadap jalan-jalan utama tersebut. Pemakaman umum Menteng Pulo ini tepatnya, berada diantara jalan HR Rasuna Said, Kuningan, dan Dr Satrio, Tebet. Jadi sebelum dibuat jalan Casablanca, pertama-tama developer harus membebaskan jalur jalan, dari batu-batu nisan di area pemakaman.

Oleh karena itu, maka ratusan makam di areal pemakaman Menteng Pulo ini pun, harus dipindahkan terlebih dahulu. Bisa jadi, ini merupakan proses 'pemindahan massal' pemakaman umum, yang terbesar di Indonesia. Setelah pemindahan ratusan makam ini selesai, maka dibuatlah jalan Casablanca yang tadinya bernama jalan Karet Kuningan. 

Kini, dengan jalur yang lebih lebar, maka diharapkan kemacetan ibukota akan terurai. Oleh karenanya, jika kamu lewat kawasan ini akan terlihat tempat pemakaman umum Menteng Pulo, di kanan-kiri jalan yang seolah-oleh telah 'dibelah'. Jadi, jika suatu saat kamu melewati jalan Casablanca antara Kuningan dan Tebet, perlu diingat bahwa kamu sedang melalui area makam yang tadinya banyak terdapat batu nisan. 

Begitu melegenda dan terkenalnya peristiwa-peristiwa, yang terjadi di area pemakaman Menteng Pulo dekat underpass Casablanca ini, sehingga dibuatlah sebuah film dengan judul 'Terowongan Casablanca'.

- Rumah Sakit Salemba

Inilah Dua Belas Urban Legend Paling Menyeramkan Di D.K.I Jakarta
Ilustrasi Menggunakan Gambar Lorong Rumah Sakit Tua Yang Menyeramkan Dan Sudah Tak Terpakai

Bangunan tua dan rumah sakit, merupakan dua kombinasi yang cocok dan pas, untuk memulai sebuah cerita horor. Itulah yang dapat tergambarkan oleh rumah sakit, yang berada di kawasan Salemba di Jakarta Pusat ini. Konon katanya, cerita horor tentang suster ngesot yaitu suster yang diperkosa, dan kemudian dibunuh dengan kakinya terpotong itu berasal dari tempat ini. Bahkan kabarnya, saat tengah malam sekitar jam dua malam, sering terjadi penampakan di sini.

- Toko Merah

Inilah Dua Belas Urban Legend Paling Menyeramkan Di D.K.I Jakarta

Kalau kamu menyelusuri kawasan kota tua, pasti kamu akan dapat melihat bangunan yang berwarna merah, dengan arsitektur khas orang Tionghoa. Berdasarkan sejarahnya, tempat ini memiliki sebuah kisah kelam, yang sungguh sangat memilukan.

Toko merah pernah menjadi tempat penyiksaan dan pembantaian etnis Tionghoa, sebelum akhirnya menjadi sebuah toko pada tahun 1851 silam. Latarbelakang sejarahnya inilah, yang diyakini membuat toko ini menjadi salah satu tempat angker, yang ada di Jakarta. Konon katanya, sering terdengar suara tangisan wanita yang sangat memilukan, dan terkadang juga terdengar suara langkah kaki tentara.

- Rumah Pondok Indah Jakarta

Inilah Dua Belas Urban Legend Paling Menyeramkan Di D.K.I Jakarta
Ilustrasi Menggunakan Gambar Rumah Tua Menyeramkan Yang Sudah Tak Terpakai Dan Ditinggalkan
Karena selalu kosong selama puluhan tahun, maka rumah ini konon adalah tempat makhluk astral berkumpul, dan mempunyai daya tarik kuat. Menurut mitosnya, jika ada yang berani memasuki rumah itu, maka orang itu kadang tidak akan pernah kembali lagi. Masih ingat ramainya pembicaraan di akhir September 2002, tentang hilangnya seorang tukang nasi goreng di depan rumah kosong ini?. Kejadian tersebut jadi menghebohkan, karena di depan rumah tersebut, hanya tertinggal gerobak nasi gorengnya saja.

Konon katanya, malam sebelum hilang, tukang nasi goreng tersebut hendak mengantar nasi goreng, yang dipesan oleh seorang perempuan ke dalam rumah. Namun, ia tak pernah keluar lagi. Dahulu kala, dirumah itu pernah tinggal sebuah keluarga. Suatu hari mereka beserta pembantunya di bantai oleh sekawanan perampok. Semuanya meninggal dunia.

Ada yang bilang motifnya adalah persaingan bisnis, dan perampokan itu hanyalah kedok. Setelah beberapa hari, mulai banyak kejadian aneh-aneh di rumah itu, dan semakin membuatnya angker. Menurut cerita yang beredar lainnya, banyak supir taksi yang lewat situ diganggu. Ada juga cerita,  bahwa menjelang subuh atau habis magrib, suka terlihat anak kecil main basket di lapangan parkir.

Rumah itu kini ditumbuhi alang-alang, terlihat tak terawat di siang hari. Jika malam hari tiba, terkadang ada yang melihat rumah itu jadi bagus kembali. Setelah direnovasi, rumah itu sempat disewakan. Namun jika ada yang mencoba untuk menempatinya, maka penghuninya akan dihantui terus menerus, dan pasti akan dibuat tak betah di rumah itu. 

Kejadian ini sempat beberapa kali terjadi, bahkan beberapa keluarga 'bule. yang menyewa dan tak percaya hal gaib, ternyata juga merasa tak betah tinggal di sana. Sekitar tahun 2002, Nurdin (32), penjual gulai dan soto di sekitar Pondok Indah, mengaku pernah melihat hantu yang menyerupai bapak-bapak hilir-mudik di halaman depan rumah ini.

Namun, akhir-akhir ini sudah tidak banyak kejadian horor lagi, yang dilaporkan terjadi di rumah ini. Bahkan beberapa waktu lalu, rumah ini sempat dijadikan tempat bermalam, oleh para tunawisma. Selain itu, kisah urban legend ini akhirnya dibuat ke dalam sebuah film, yang cukup kontroversial. Awalnya film ini mempunyai judul yang sama, seperti julukan legendarisnya yakni Rumah Pondoh Indah. Tapi judul itu justru membuat warga PondohkIndah merasa keberatan, dan akhirnya judulnya pun diganti menjadi Rumah Berhantu.

- TPU Jeruk Purut

Inilah Dua Belas Urban Legend Paling Menyeramkan Di D.K.I Jakarta

TPU Jeruk Purut dikatakan angker, karena makam ini termasuk salah satu makam tua, dan sudah ada sejak zaman Belanda. Dulunya, tempat ini hanyalah berupa hutan alang-alang, dan juga perkebunan. Konon TPU ini terkenal angkernya, oleh penampakan sosok seorang Belanda, yang berwujud Hantu Pastur. 

Makhluk astral itu menampakkan dirinya dengan busana kepasturan, dan berlajan pelan disepanjang jalan di kuburan tersebut, sambil membawa kepalaya sendiri yang sudah terpenggal. Sedangkan tangan satunya memegang sebuah lentera minyak, dan penampakannya juga kadang ditemani oleh seekor anjing berwarna hitam.

Pada larut malam hingga awal tahun 90-an pun, kawasan ini masih sepi dan gelap. Pernah dikisahkan, seorang pemuda sedang dalam perjalanan pulang dengan mobilnya, melewati kawasan yang masih sepi dan gelap ini, setelah mengisi akhir pekannya dilarut malam menjelang subuh. Tiba-tiba ia melihat dari kejauhan, ada sosok berdiri ditengah jalan dengan lampu lentera yang redup. 

Sang pemuda pun berusaha memperlambat mobilnya, namun anehnya mesin mobilnya justru mati dengan sendirinya. Setelah hanya beberapa meter dari sosok itu, tiba-tiba seekor anjing menyebrang pas didepan mobilnya, dengan cara melayang di atas aspal. 

Masih dengan pandangan aneh dan bingung, lalu sang pemuda kembali melihat sosok orang, yang sedang membawa lampu minyak dengan nyala yang redup itu. Sontak kaget bukan kepalang, ketika sang pemuda melihat sosok tersebut tanpa kepala, dan justru sedang memegang kepalanya sendiri dengan cara menjambak rambutnya. Sang pemuda pun pingsan.

Pemuda itu baru sadar setelah kaca mobilnya digedor-gedor sekelompok warga. Setelah siuman, ia kaget lagi karena hari telah pagi dan orang-orang sedang sibuk masuk kerja, ia dan mobilnya yang berhenti ditengah jalan ternyata telah membuat jalanan tersebut macet. Lalu mobilnya dibantu didorong oleh sejumlah warga sekitar, dan pemuda itupun menceritakan pengalamannya, kepada warga yang tengah berkumpul. 

Dari legenda ini diceritakan bahwa sang Pastur, meninggal dibunuh entah kenapa dengan cara dipenggal, pada zaman penjajahan Belanda. Pada saat ini, kawasan tersebut sudah ramai oleh perumahan, kantor, dan apartemen, jalanannya pun telah lebar dan terang benderang di malam hari, maka legenda ini pun berangsur redam.

Namun sejak tahun 90-an hingga kini, kawasan ini kadang tetap dikunjungi oleh warga terutama anak muda dari jauh, akibat peristiwa-peristiwa mistis yang terus diceritakan tersebut. Mereka kesana hanya untuk sekedar ingin mencoba nyalinya, dan ingin mengetahui suasana di dalam kompleks pemakaman tersebut. 

Untuk mencegah hal ini, maka dibuatlah portal di pintu masuk areal pemakaman untuk menghindari kelompok anak-anak muda, yang penasaran akan legenda ini. Akhirnya legenda lama di kawasan Jakarta Selatan, yang pada dahulunya jarang yang mengetahuinya ini, juga dibuat ke dalam sebuah film dengan judul 'Hantu Jeruk Purut'.

- Jembatan Ancol

Inilah Dua Belas Urban Legend Paling Menyeramkan Di D.K.I Jakarta

Jembatan Ancol pada saat ini berada di atas kali Ancol, atau pada zaman Belanda disebut Kanaal Antjol. Jembatan itu dikatakan angker, karena ditempat tersebut sering terlihat sosok hantu, yang berwujud seorang wanita cantik. Ia adalah seorang wanita, yang diperkosa dan dibunuh lalu mayatnya dibuang, ke kali Ancol pada masa lalu.

Kejadian itu telah berlangsung puluhan tahun yang lalu, disaat daerah Ancol masih merupakan rawa-rawa dan ilalang serta hutan bakau, juga masih terdapat empang serta tambak ikan. Pada masa lalu belum lama setelah ia meninggal, pernah diceritakan seorang nelayan perahu getek untuk penyebrangan kali Ancol melihat sosok ini, bahkan ia minta disebrangkan di malam hari.

Tanpa curiga, sang nelayan menyebrangkannya hingga ke pinggir kali, di sisi Ancol. Pak Nelayan tua itu baru sadar setelah wanita itu tiba-tiba menghilang di dekatnya, dan uang pemberian wanita itu ternyata hanyalah selembar daun. Ada pula seorang pelukis di pasar seni Ancol, yang mengaku melukis sosok wanita ini, di waktu malam telah larut. Wanita ini minta dilukis, pada saat lukisan setengah jadi, tiba-tiba wanita ini menghilang.

Beberapa pedagang warung rokok juga bersaksi, bahwa pada larut malam pernah di satroni oleh wanita ini. Penduduk setempat biasa memanggilnya dengan sebutan ‘si manis jembatan ancol’. Kawasan kompleks Ancol yang sangat luas, juga membuat banyak titik-titik lokasi mistis yang lainnya, seperti bekas hotel Horizon yang di loby dan kamarnya kadang ada penampakan.

Juga penginapan Putri Duyung Ancol, dimana di salah satu bangunan putri duyung ancol pernah ada suatu kejadian, seorang wanita simpanan terbunuh secara mengenaskan. Selain itu, keangkeran kawasan Ancol juga melebar, hingga keluar daerah kompleks Ancol, seperti di Kali Sunter Ancol yang angker karena pernah ada satu bus Metromini, yang terperosok ke dalam kali Sunter ini, sehingga menenggelamkan sebagian besar para penumpangnya.

Seiring berjalannya waktu, disaat ini kawasan wisata pantai satu-satunya di Jakarta tersebut, telah ramai dikunjungi warga baik siang ataupun malam. Selain itu, kini banyak pula apartemen megah di dalam kawasannyanya, namun kesan dan aura angker masih dapat dirasakan, dan kadang masih tetap terlihat.

Begitu terkenalnya legenda angker diseputar kawasan Ancol sejak dulu, membuat beberapa sutradara mengangkat legenda ini ke dalam sebuah film. Film pertama tentang si Manis diproduksi tahun 1973, lalu dibuat lagi film tentang si Manis ini di era tahun 2000. Karena film terakhir laku keras, maka dibuat lagi edisi kedua (part-2). 

Bahkan legenda si Manis Jembatan Ancol, juga diproduksi untuk menjadi sebuah sinetron berseri. Begitu penasarannya para penonton khususnya yang berdomisili di Jakarta, mungkin karena mengingat bahwa legenda ini adalah salah satu legenda mistis, paling tua yang ada di Jakarta.

Baca Juga : Inilah Lima Kuburan Paling Menyeramkan Di Seluruh Dunia

Itulah ulasan mengenai dua belas urban legend paling menyeramkan di Jakarta, sahabat sekalian. Kisah-kisah tersebut adalah yang paling kental dengan aroma mistis, dan paling fenomenal serta misterius diantara puluhan malah mungkin ratusan kisah mistis lainnya, yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya. Semoga informasi tersebut bermanfaat serta dapat menambah wawasan kamu sekalian.


Dilansir Dari :

loading...

Subscribe to receive free email updates: