Enam Wanita Berhijab Yang Jadi Pendobrak Di Negara Mayoritas Non-Muslim




Lorongperihal.id | Menjadi kalangan minoritas tentu bukanlah sebuah hal yang mudah. Tak jarang, kaum minoritas harus menerima perlakuan tak adil, karena kurangnya toleransi pada perbedaan di sebuah wilayah. Inilah yang seringkali dialami oleh para muslim, di negara-negara yang mayoritas penduduknya adalah non-muslim, khususnya negara-negara di belahan Bumi Barat.

Harus kita akui bersama, citra Muslim masih belum sepenuhnya membaik sejak tragedi teror, yang beberapa tahun lalu terjadi di Amerika, dan diklaim dilakukan oleh Muslim. Banyak Muslim yang terpaksa menerima diskriminasi, dan dianggap sebelah mata di berbagai bidang. Bahkan, hijab yang menjadi identitas wanita Muslimah pun seringkali, justru menyulitkan mereka dalam menapaki karirnya.

Namun beberapa wanita tangguh yang akan kita bahas di sini, telah mematahkan persepsi tentang wanita-wanita berhijab, yang sulit menapaki karirnya di negara-negara mayoritas non-Muslim. Mereka menunjukan, bahwa meski menjadi seorang wanita Muslimah yang mengenakan hijab, namun mereka berhasil membuktikan diri dengan prestasi.

Kemudian timbul sebuah pertanyaan, memangnya siapa wanita-wanita yang dimaksud, dan seperti apa prestasi yang mereka miliki itu?. Nah berdasarkan hal tersebut, pada kesempatan kali ini kita akan bahas buat kamu sekalian sahabat, mengenai beberapa kisah wanita Muslimah berhijab yang berhasil meski berada di negara Mayoritas non-Muslim. Berikut ini ulasannya :

Baca Juga : Inilah Tujuh Wanita Muslim Yang Bergelimang Harta Dari Seluruh Dunia

- Noor Tagouri

Enam Wanita Berhijab Yang Jadi Pendobrak Di Negara Mayoritas Non-Muslim

Majalah Playboy memang dikenal sebagai majalah, yang gemar mengeksploitasi keindahan tubuh wanita. Namun, sejak bulan Oktober beberapa tahun lalu majalah tersebut menyatakan, akan berhenti menampilkan foto-foto wanita tanpa busana. Hal tersebut tentu sangat mengejutkan para pembaca setianya. Ada sebuah terbitan majalah Playboy, yang semakin menjadi kejutan dikala seorang wanita berhijab, tampil di halaman depannya.

Ia adalah Noor Tagouri, gadis berusia 22 tahun, yang berprofesi sebagai jurnalis. Noor Tagouri ingin membuka pandangan publik terhadap wanita berhijab, yang relatif berfikir bahwa berhijab adalah buruk. Ia mengaku, seringkali menjadi 'korban' kesalahan interpretasi terhadap Muslimah, namun ia tak ingin kembali membalasnya dengan hal yang buruk. 

Hiduplah dengan menjadi diri sendiri dan berikan motivasi pada orang lain untuk melakukan hal yang positif', ungkap Noor saat ditanyai mengenai alasannya berani tampil di majalah sensasional tersebut.

- Ibtihaj Muhammad

Enam Wanita Berhijab Yang Jadi Pendobrak Di Negara Mayoritas Non-Muslim

Nama Ibtihaj Muhammad sempat mencuri perhatian, saat perhelatan olimpiade Rio berlangsung, beberapa waktu ke belakang. Ia adalah atlet anggar kontingen Amerika Serikat pertama yang menggunakan hijab. Untuk menggunakan hijab di negara tersebut, sebenarnya sudah cukup sulit bagi Ibtihaj. Ia mengaku, sering menerima pandangan sebelah mata dari orang-orang, karena hijab yang ia kenakan. 

Ibtihaj ingin membuktikan bahwa berhijab, bukanlah sebuah penghalang bagi jalannya, untuk mencapai impian yang ia cita-citakan. Ia juga ingin membuktikan, bahwa persepsi yang buruk mengenai Islam yang identik dengan kekerasan dan pembatasan hak-hak wanita, itu sama sekali tidaklah benar. Dan jalan yang ia pilih untuk membuktikan hal tersebut, ialah dengan tetap istiqomah menggunakan hijab dan meraih prestasi, walaupun hal tersebut sangat sulit.

- Stephanie Kurlow

Enam Wanita Berhijab Yang Jadi Pendobrak Di Negara Mayoritas Non-Muslim

Gadis berusia 15 tahun asal Sydney Australia ini, sempat menjadi pemberitaan dunia beberapa waktu lalu. Bagaimana tidak, ia ingin menjadi balerina profesional dengan tetap mengenakan hijab, yang menjadi kewajibannya sebagai seorang Muslimah. Keputusan Stephanie itu tentu menjadi perbincangan yang cukup hangat. Banyak pihak yang mengkritik dan menyatakan bahwa sebagai Muslimah, tak seharusnya ia menari balet, dan melenggak-lenggokkan tubuhnya. 

Namun, menari telah menjadi hobinya sejak kecil dan Stephanie mengaku, tak akan melepaskan passionnya dalam menari walaupun ia menggunakan hijab. Hebatnya lagi, Stephanie kini sedang merintis sekolah baletnya sendiri. Dan atas prestasinya tersebut, ia dinobatkan sebagai Bintang Muda Paling Inspiratif, di 'Youth Talent Smash Sydney'.

- Halima Aden

Enam Wanita Berhijab Yang Jadi Pendobrak Di Negara Mayoritas Non-Muslim

Gadis keturunan Somalia ini, sontak menjadi pusat perhatian saat tampil di sebuah ajang pemilihan Miss Minnesota, Amerika Serikat, pada bulan November beberapa tahun lalu. Ia menjadi wanita berhijab pertama, yang mengikuti ajang tersebut. Bahkan ia berhasil masuk posisi 15 besar. Halima mengaku, ia ingin menginspirasi para wanita berhijab untuk tampil percaya diri, terlepas dari berbagai stigma negatif yang berlaku. 

Untuk tetap terlihat cantik, seorang wanita tak harus menampakkan kulit tubuhnya, begitu yag diungkapkan oleh Halima. walaupun tak berhasil meraih gelar Miss Minnesota 2016, namun peran serta Halima di ajang tersebut tentu menjadi momentum, yang cukup mengangkat citra wanita berhijab di negara minoritas Muslim tersebut.

- Chahida Chekkafi

Enam Wanita Berhijab Yang Jadi Pendobrak Di Negara Mayoritas Non-Muslim

Siapa sangka, gadis manis yang terlihat lemah lembut ini, adalah seorang wasit sepak bola. Di usianya yang masih 16 tahun, ia berhasil menjadi wasit untuk liga berskala nasional di Italia. Menggunakan hijab di Italia, bukanlah sebuah perkara yang mudah, terlebih saat ia memutuskan untuk berkarir di bidang olahraga.

Namun jangan salah, walau terlihat pemalu Chahida dikenal sangat tegas, dan gesit saat bertugas menjadi wasit. Selain itu, kecantikannya juga menjadi nilai tambah tersendiri. Wajahnya, bahkan sempat menghebohkan saat tampil di sampul depan koran nasional Italia, Corriere Della Sera.

- Ginella Massa

Enam Wanita Berhijab Yang Jadi Pendobrak Di Negara Mayoritas Non-Muslim

Memulai karirnya sebagai reporter lapangan, di usia 29 tahun Ginella Massa akhirnya dipercaya, untuk menjadi penyiar di televisi. Ginella mengaku sangat bahagia atas pencapaiannya saat ini. Ia tak menyangka, bahwa seorang wanita berhijab, bisa menjadi penyiar berita televisi di Kanada. Banyak rekan-rekan Ginella, yang mengaku kesulitan untuk mencapai posisi tersebut, karena mereka mengenakan hijab. Namun kini, Ginella bertekad untuk membuktikan kemampuan dirinya, secara profesional kepada masyarakat luas.

Baca Juga : Inilah Empat Kisah Ilmuan Cantik Dengan Penemuannya Yang Luar Biasa

Itulah ulasan mengenai enam wanita berhijab yang berprestasi di negara minoritas Muslim, sahabat sekalian. Selain dapat menjadi inspirasi bagi para wanita berhijab, mereka juga telah membuktikan kepada dunia, bahwa hijab yang mereka kenakan bukanlah sebuah penghalang, untuk menggapai prestasi setinggi mungkin. Semoga informasi tersebut bermanfaat serta dapat menambah wawasan kamu sekalian.


Dilansir Dari :

loading...

Subscribe to receive free email updates: