Apa itu Afasia? Nama penyakit Afasia ini masih terdengar asing, dan mengerikannya sampai saat ini belum ditemukan obatnya, selama ini cuma mengandalkan terapi saja. Hal tersebut tidak memberikan jaminan kesembuhan.

Afasia sendiri adalah kondisi dimana bagian otak yang bertanggung jawab dalam proses bahasa  mengalami kerusakan. Penderitanya akan mengalami yang namanya kesulitan untuk komunikasi, kesulitan berbahasa, bicara, menulis, membaca, memahami perkataan orang lain, diri sendiri dan sejenisnya. Afasia biasanya terjadi setelah kalian mengalami stroke atau bisa juga terjadi tiba-tiba pada kepala yang cedera. Dan teman bisa cek disini rumah sakit Jakarta barat.

Penyakit Afasia ini dapat semakin parah, penderita bisa berisiko bisu, amnesia, dan perilaku menjadi tidak stabil. Penderita bisa merasakan perasaan cemas dengan mudah, atau marah-marah hanya karena masalah kecil.

Tapi jangan khawatir, sekarang ada aplikasi kesehatan seperti SehatQ.com yang bisa kamu unduh di Play Store dan App Store. Dalam aplikasi ini terdapat informasi mengenai berbagai macam penyakit dan layanan kesehatan yang bisa kamu ketahui secara detail di dalamnya. Khususnya penyakit Afasia yang sedang kita bahas di dalam artikel ini.

Selain lewat aplikasinya, juga bisa kamu akses via website SehatQ.com . Di dalam web ini juga kamu bisa menemukan berbagai informasi seperti halnya di dalam aplikasi, seperti informasi macam penyakit, obat, info dokter dan rumah sakit, maupun layanan kesehatan lainnya. Layanan yang bisa digunakan juga di dalam web SehatQ.com adalah kamu bisa booking dokter loh! Karena terdapat banyak dokter profesional sesuai dengan spesialisnya masing-masing.

Selain itu terdapat layanan forum tanya jawab untuk kamu sekedar ingin tahu dan bertanya mengenai jenis penyakit atau tentang kesehatan lainnya bisa kamu lakukan disini. Pertanyaan kamu pasti akan dijawab oleh para dokter profesional di bidangnya masing-masing. jadi, di SehatQ tersedia layanan dan informasi yang sangat komplit mengenai kesehatan yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya.

Kenali Jenis-Jenis Penyakit Afesia

  • Afasia Broca

Juga bisa disebut sebagai Nonfluent Aphasia. Penderita dapat memahami apa yang orang lain bicarakan, tapi sayangnya kemampuan dalam bicara tidaklah baik. Orang yang memiliki penyakit ini susah untuk mengatakan kalimat yang lengkap, meski begitu sebagai pendengar kita tetap bisa mengerti maksud dari perkataan mereka. Hanya saja terdengar tidak sesempurna seperti yang biasa orang normal katakan.

Selain itu, penderita Afasia Broca kemungkinan bisa terserang kelumpuhan pada anggota tubuh bagian kanan.

  • Wernicke Aphasia

Kebalikan dengan Afasia Broca, penderita malah bisa berbicara dengan lancar. Tapi ia memiliki kesulitan dalam memahami perkataan orang lain.

Meskipun dalam bertutur kata terlihat lancar, tapi belum tentu perkataan mereka dapat dipahami. Orang yang memiliki penyakit ini juga tidak memahami bahwa orang lain tidak mengerti maksud dari ucapannya, bahkan dirinya sendiri tidak mengerti dengan apa yang ia ucapkan.

  • Afasia Global

Ini yang paling parah. Penderita susah untuk bicara, dan memahami perkataan orang lain. Bahkan penderitanya bisa bisu, disebabkan oleh jaringan bahasa dan sudah mengalami kerusakan dalam lingkup yang luas sekali.

Gejala Penyakit Afasia

Ada beberapa gejala yang Anda rasakan ketika menderita gangguan otak satu ini. Dan gejala ini berkaitan dengan jenis-jenis Afasia di atas.

Gejala bisa muncul berbeda sesuai dengan jaringan otak mana yang mengalami kerusakan. Namun berikut ini ada beberapa gejala umum yang bisa kalian jadikan sebagai tanda-tanda bahwa Anda terkena penyakit ini atau bukan.

  1. Sering mengucapkan kata-kata yang mereka tidak kenali
  2. Kerap melakukan kesalahan dengan kata-kata yang mereka keluarkan
  3. Mengalami kesulitan dalam memahami pembicaraan orang lain
  4. Mengucapkan kalimat pendek atau tidak lengkap saat bicara
  5. Kerap mengartikan bahasa kiasan harfiah
  6. Menggunakan kalimat yang tidak masuk akal, entah itu saat berbicara maupun menulis
  7. Muncul gangguan lain seperti masalah mobilitas, kesulitan melihat, anggota tubuh menjadi lemah, hingga masalah dengan ingatan Anda sendiri.